Monday, November 17, 2008

Prasangka

Dikisahkan, seorang janda miskin hidup berdua dengan putri kecilnya yang masih berusia  sembilan tahun. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar demi kelangsungan hidup mereka. Hidup penuh kekurangan membuat si kecil tidak pernah bermanja-manja kepada ibunya seperti anak-anak kecil lainnya.

Suatu hari di musim dingin, saat selesai membuat kue, si ibu tersadar melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia pun keluar rumah untuk membeli keranjang baru dan berpesan kepada putrinya agar menunggu saja di rumah. Pulang dari membeli keranjang, si ibu menemukan pintu rumah tidak terkunci dan putrinya tidak ada di rumah. Spontan amarahnya memuncak. Putri betul-betul tidak tahu diri! Cuaca dingin seperti ini, disuruh diam di rumah sebentar saja malahan pergi bermain dengan teman-temannya!

Setelah selesai menyusun kue di keranjang, si ibu segera pergi untuk menjajakan kuenya. Dinginnya salju yang memenuhi jalanan tidak menyurutkan tekadnya demi kehidupan mereka. Dan sebagai hukuman untuk si putri, pintu rumah di kuncinya dari luar. "Kali ini Putri harus diberi pelajaran karena telah melanggar pesan," geram si ibu dalam hati.

Sepulang dari menjajakan kue, mata si ibu mendadak nanar saat menemukan gadis kecilnya tergeletak di depan pintu. Dengan berteriak histeris segera dipeluknya tubuh putrinya yang telah kaku karena kedinginan. Dengan susah payah dipindahkannyalah tubuh putri ke dalam rumah. 

"Putri...Putri...Putri..., bangun, Nak! Ini ibu, Nak! Bangun, Nak! Ibu tidak marah kok. Bangun Putri anakku!" Serunya sambil menangis merung-raung dan berusaha sekuat tenaga membangunkan dengan menguncang-guncangkan tubuh si putri agar terbangun. Tetapi putri tidak bereaksi sama sekali. 

Tiba-tiba terjatuh dari genggaman tangan si putri sebuah bungkusan kecil. Saat dibuka, ternyata di dalamnya berisi sebungkus kecil biskuit dan secarik kertas usang. Dengan tergesa-gesa dan tangan yang gemetar hebat, si ibu segera mengenali tulisan putrinya yang masih berantakan tetapi terbaca jelas. 

 "Ibuku tersayang, Ibu pasti lupa hari istimewa Ibu ya. Hi... hi... hi..., ini Putri belikan biskuit kesukaan ibu. Maaf Bu, uang putri tidak cukup untuk membeli yang besar dan maaf lagi Putri telah melanggar pesan Ibu karena meninggalkan rumah untuk membeli biskuit ini. Selamat ulang tahun, Bu. Putri selalu sayang, Ibu!" Dan meledaklah tangis sang ibu.   


Pembaca yang budiman, 

Huai Ie, prasangka sering mendatangkan petaka adalah kalimat yang cocok dengan kisah tadi dan penyesalan biasanya datang menyusul di belakang itu. Begitu banyak masalah dan problem di dunia ini muncul karena prasangka negatif maka butuh kedewasaan dalam mengendalikan pikiran agar kebiasaan berprasangka tidak kita layani begitu saja dan sedapat mungkin kita hilangkan. Kita ganti dengan berfikir positif sekaligus hati-hati dengan demikian memungkinkan hubungan kita dengan orang lain akan menjadi harmonis dan membahagiakan.

Wednesday, October 22, 2008

Money is a Game...You Must Learn How to Play It.

You see...making money is a game. If you learn the rules of this
game, money will flow into your hands. If you do not play by the
rules, you will struggle all your life financially despite working
very hard.

Haven't you ever asked yourself why some people earn five times,
ten times or even twenty times more than others? Is it because they
are twenty times smarter? Is it because they work twenty times
harder? Or are they many times luckier? The answer to all these
questions is a resounding 'NO'!

I am sure you know people who seemed to be much lazier than you in
school and had poorer grades but now they are so much more
successful financially.

Although their school report card used to be chockfull of 'F's,
their financial report card carries straight 'A's. Why? The only
reason is because they know how to play the game of money whereas
most people have not learnt how the game is played.

You see...none of us are ever taught how to make money, how to invest
money or how to manage our wealth and yet money is the most
important subject in our adult lives.

Although many people say that 'money isn't everything', that's only
a half -truth. The truth is that 'everything is money'! In order to
achieve excellence in the different areas of lives like our health,
relationships and family, we need to be financially secure!

The traditional education system (thank God it's changing) never
taught us how to be rich but instead brainwashed us into becoming
poor.

We are taught beliefs like 'study hard, get good grades and a
good job and you'll be set for life!', 'investing is risky', 'don't
play with stocks or you'll get burnt', 'don't be so money-faced' or
'don't be so stingy'.

As result of all the wrong anti-wealth advice, most people work
hard all their lives, going around in circles in the rat race and
ending up broke and unhappy.

However, a fortunate few eventually learn that wealth is not made
by just getting a good job and working hard. It takes a different
way of thinking and a totally different strategy. Those that learn
this lesson get out of the rat race and onto the path of financial
abundance and freedom.

Some people take ten years to figure this out, some take thirty
years and some never figure it out until it is too late. Don't make
the same mistake!